Mengapa rumah air masih bertahan hingga kini di tengah modernisasi? Pertanyaan ini mungkin sering muncul di benak kita ketika melihat perkembangan pesat di berbagai bidang, termasuk dalam hal arsitektur dan perumahan. Namun, nyatanya rumah air masih tetap menjadi bagian penting dari budaya dan kehidupan masyarakat di beberapa daerah di Indonesia.
Rumah air, atau yang dikenal juga dengan istilah rumah panggung, merupakan salah satu bentuk rumah tradisional yang banyak ditemui di berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Rumah ini dibangun di atas tiang-tiang kayu tinggi, sehingga terlihat seperti melayang di atas air. Konstruksi rumah air yang unik ini memberikan banyak manfaat bagi penghuninya, mulai dari perlindungan dari banjir hingga sirkulasi udara yang baik di dalam rumah.
Menurut Dr. Bambang Hidayat, seorang pakar arsitektur dari Institut Teknologi Bandung, rumah air memiliki nilai historis dan kultural yang tinggi. “Rumah air merupakan bagian dari warisan budaya nenek moyang kita yang perlu dilestarikan. Selain itu, rumah air juga memiliki keunggulan dalam hal efisiensi energi dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Salah satu contoh rumah air yang masih bertahan hingga kini adalah Rumah Gadang di Minangkabau, Sumatera Barat. Rumah tradisional ini memiliki ciri khas atap berbentuk tanduk kerbau yang melambangkan kekuatan dan keberanian. Menurut Prof. James Danandjaja, seorang ahli antropologi budaya, Rumah Gadang merupakan simbol kebersamaan dan persaudaraan dalam masyarakat Minangkabau.
Meskipun demikian, rumah air juga menghadapi berbagai tantangan di era modern ini. Urbanisasi dan perkembangan teknologi membuat banyak orang beralih ke rumah-rumah modern yang lebih praktis dan efisien. Hal ini menjadi perhatian serius bagi para ahli dan pelestari budaya untuk terus mempromosikan keberlanjutan rumah air di tengah arus modernisasi.
Menurut Dr. Ratna Megawangi, seorang pakar kebudayaan dari Universitas Indonesia, “Penting bagi kita untuk memahami nilai-nilai lokal dan memadukannya dengan kemajuan teknologi agar rumah air tetap relevan dan berkelanjutan di masa depan.”
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa rumah air masih bertahan hingga kini karena nilainya yang tinggi secara historis, kultural, dan lingkungan. Keberadaan rumah air juga merupakan bagian penting dari identitas dan jati diri masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, upaya pelestarian dan pengembangan rumah air perlu terus dilakukan agar warisan budaya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi generasi mendatang.